Selasa, 19 Desember 2017

KUNCI PATAH ITU KEMBALI MENYATU

BAGIAN 5



Masih  saya ingat Karunia Allah SWT yang saat itu menyentuh hati ini. Sewaktu saya duduk di bangku SMP bapak mengganti pintu rumah dengan kunci yang lebih modern pada zaman itu hehehehe, karena saya terbiasa menggunakan kunci gerendel, naluri saya ingin sekali memainkan kunci tersebut, sehingga berkali-kali saya memutar kunci tersebut mengunci dan membuka, entah sudah yang keberapa kali saya memainkannya tiba-tiba kunci tersebut tidak mau berputar dan saat pintu sedang terkunci, saya panik dan dengan sekuat tenaga saya putar kunci tersebut dan saya mendengar suara "TAK!!" ternyata kunci tersebut patah, saya tarik kunci tersebut dan hasilnya saya melihat setengah kunci tersebut tertinggal dalam lubang kunci, dada terasa sesak jantungpun terasa berhenti berdetak, bayangan kople (Ikat pinggang Tentara) bapak jelas di depan mata, biru-biru seluruh badan sudah pasti akan menghiasi tubuh mungil ini, "Yaa Allah Yang Maha Kuasa, Lindungi Hamba" hati saya  langsung berdoa pasrah, kemudian setengah dari kunci tersebut yang  berada di tangan, saya masukan kembali ke lobangnya, dengan kejadian itu saya langsung sembunyi di bawah meja makan samping pintu tersebut seraya berdoa dan berdoa, sampai saya tertidur di bawah meja.

Saya terbangun ketika suara motor bapak berhenti di luar rumah, terdengar kunci pintu depan rumah terbuka dan bapak memasukan motornya, karena pintu dan kunci baru, bapak langsung menuju pintu dan langsung memutar kunci, saya berdiam tegang melihatnya dari kolong meja, terdengar jelas bunyi cletek 2x, bapak membuka pintu kemudian menutupnya kembali dan menguncinya kemudian masuk ke kamarnya, sekitar 5 menit bapak di dalam kamar, saya keluar dari bawah meja kemudian mencabut kunci tersebut dan mata saya melotot melihat kunci itu tersambung seperti sedia kala. ALLAHU AKBAR batin saya bergetar dan saya menagis seraya menyebut Asma Allah Yang Maha Pemurah, saya langsung memasuki kamar saya dan tidur dalam keadaan menangis lega.


"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah : 185)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar